the Road to Financial and Time Freedom
Subscribe Share/Save/Bookmark Subscribe

Kisah Dewa Mengajarkan Aksara

Jaman Tiongkok kuno dulu, budi pekerti manusia masihlah relatif baik, polos dan sungguh-sungguh percaya kepada Sang Pencipta, sehingga banyak hal-hal ajaib yang dapat Tuhan perlihatkan kepada manusia. Oleh karena itu mengapa kita sering mendengar cerita-cerita ajaib yang terjadi di jaman kuno. Bukankah didalam kitab suci agama, kita juga seringkali menjumpainya? Nah, mari kita simak ceritanya.

Lebih dari dua ribu tahun silam di Zaman Masa Peperangan, ketika itu Tiongkok terbagi menjadi sangat banyak negara kecil, saling berperang satu sama lain tiada hentinya.


Di antara dua Gunung Da Xia dan Gunung Xiao Xia, hidup seorang Dewa yang agung bernama Wang Chi Zhong (baca: wang jhe chong).


Ketika itu Wang Chi Zhong berpikir bahwa jenis aksara Zhuan Ti (baca : chuan di, yaitu aksara primitif bangsa Tionghoa) yang digunakan orang dikala itu, sangat sulit untuk dipelajari dan dituliskan, serta penyebarannya juga tidak bisa meluas. Seandainya ada cara yang dapat membantu lebih banyak orang untuk dapat mengenal huruf dan menulis, belajar pengetahuan dan tata karma, lebih banyak mengalah, mengurangi perebutan dan adu kekerasan, alangkah baik-nya!


Wang Chi Zhong merasa bahwa ini adalah hal yang teramat penting, oleh karena itu, Ia mencurahkan begitu banyak pikiran untuk mengubah aksara Zhuan Ti menjadi aksara Li Shuyang sa-ngat mudah dipelajari dan dituliskan (jenis aksara yang terus digunakan hingga saat ini), maka seluruh rakyat di setiap negara dapat membaca dan menuliskannya.


Berita ini sampai terdengar Raja Qin Shi Huang (baca : jin she huang), yaitu Kaisar Tiongkok yang menyatukan segenap dataran Tiongkok dengan mendirikan Tembok Besar. Raja melihat Wang Chi Zhong telah melakukan suatu kebaikan bagi umat manusia, maka Raja pun hendak mengundang Wang Chi Zhong datang ke Negara Qin untuk menjadi pejabatnya. Namun Wang Chi Zhong menolaknya.


“Saya telah mengalahkan seluruh negara yang ada, menyatukan segenap dataran Tiongkok, siapa yang berani menentang saya? Hanya seorang sastrawan kecil, beraninya menentang kehendak saya, ini sungguh keterlaluan!”, geram Raja.


Raja Qin Shi Huang dengan wajah merah padam berkata kepada utusannya, “Kalian undang Wang Chi Zhong sekali lagi, bila dia tidak mau datang juga, bunuh saja dia, bawa kepalanya untuk menghadap saya! Saya ingin agar semua orang tahu, bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menentang perintah saya!”


Lalu si utusan Raja pun tiba kembali di atas gunung dan menemui Wang Chi Zhong. Setelah mende-ngar perkataan Raja, Wang Chi Zhong tidak marah, juga tidak mengatakan apa pun, Ia hanya tersenyum saja, kemudian membalikkan badan dan berubah menjadi seekor burung besar yang sangat cantik, mengembangkan sayapnya dan terbang ke langit biru.


“Anda telah berubah menjadi seekor burung besar dan terbang jauh, akan tetapi bagaimana saya harus melaporkannya kepada Raja!”, sahut si utusan dengan wajah terkejut dan ketakutan. Ia berlutut di tanah dan tiada hentinya bersujud kepada burung besar di langit, sambil berkata, “Sekarang saya tahu Anda adalah seorang Dewa. Wahai Dewa! Saya mohon, kasihanilah saya!” Burung besar berputar – putar sejenak di langit, kemudian mengguncangkan sayap merontokkan tiga helai bulu sayapnya. Utusan itu membawa ketiga helai bulu sayap itu untuk kembali menemui Raja Qin Shi Huang.


Utusan menceritakan seluruh kejadian kepada Raja dengan sebenarnya. Ketika itu Raja sama halnya dengan orang – orang di zaman Tiongkok kuno kala itu, sangat memahami bahwa seseorang yang menjalani kultivasi (xiu lian), berperilaku sebagai seorang yang benar – benar baik, maka akan dapat menjadi Dewa. Oleh karenanya Raja segera mengerti, ternyata Wang Chi Zhong adalah seorang Dewa! Tidak heran Beliau tidak bersedia datang ke Negeri Qin untuk menjadi pejabat!


Akhirnya tempat Wang Chi Zhong berubah menjadi burung besar diberi nama Gunung Luo Yu, terletak di Propinsi Hebei, Tiongkok. Hingga sekarang ini, rakyat masih tetap memperingati Wang Chi Zhong, orang dewasa sering sekali menceritakan “Kisah Dewa Wang Chi Zhong Menyebarkan Aksara” ini berulang – ulang kepada anak – anak.


Wang Chi Zhong mengajarkan aksara kepada manusia, telah melakukan kebaikan bagi umat manusia akan tetapi tidak ingin menjadi pejabat dan menikmati hidup sebagai manusia biasa ; Raja Qin Shi Huang yang sedemikian murkanya, tidak membuat Wang Chi Zhong marah dan takut, pada akhirnya Ia menjelma menjadi seekor burung besar yang sangat cantik dan terbang bebas. Mengapa Wang Chi Zhong dapat melakukan hal tersebut? Karena Ia adalah seorang Dewa.


Di zaman Tiongkok kuno, sangat banyak orang yang tahu bahwa selain Dewa yang ada di langit, manusia di dunia ini bila melakukan kultivasi (xiu lian) juga dapat menjadi seorang Dewa, maka dari itu dalam tradisi bangsa Tionghoa sejak dulu kala mengenal kebiasaan ini. Bila ingin menjadi orang yang hebat seperti Dewa, maka harus lebih banyak berempati kepada orang lain (mementingkan orang lain), tidak serakah akan nama dan keuntungan, jujur, baik hati, dan sabar serta mau mengalah. (disadur dari buku Fu Bao Bao) (erabaru)

No comments:

toolbar powered by Conduit

Translate this webpage :

Translation for 140 languages by ALS

Affiliate Marketing:

Free Traffic That Actually Works

Affiliate Marketing: What’s All The Hype About Scams?

10 Proven Ways To Accelerate Your profits

10 Phenomenal Ways to Plug to Extra Profits

10 Ways To get Your Ads or messages Noticed

10 Killer Ways To Make People Clik

YOUTUBE

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PayPal Account = camar8@yahoo.com

NASA Image of the Day